Tembo (Sejarah) Suku Rejang Bagian 2

1. Terbentuknya Jang Pat Petulai

Lama kelamaan dari keempat pemimpin dari tempat tersebut, rakyat masing-masing terus berkembang, dan sejalan dengan itu timbul pulalah perbedaan-perbedaan pendapat dan masalah kependudukan dan otonomi daerah. Belajar dari perbedaan pendapat dan masalah-masalah yang timbul dalam rakyatnya, maka keempat pemimpin dari empat daerah bersepakat mengadakan rapat untuk menentukan batas kekuasaan masing-masing daerah, yang akhirnya disebutlah dengan nama Jang Pat Petulai, yang berasal dari kata-kata Rejang yaitu:

Jang          =”Suku Rejang (singkatan kata dari Merejang)

Pat            =”Empat”

Petu          =”Bang(Pintu)”

Lai            =”Lai (Besar)

2. Pemimpin dan kedudukan Pat Petulai

Keempat Petulai itu terdiri dari:

a)      Petulai I dipimpin oleh Bagelang Mato, berkuasa penuh di Renah Pelawi dan berkedudukan di Bendar Agung Lebong.

b)      Petulai II dipimpin Rio Bitang, berkuasa penuh dan berkedudukan di Atas Tebing/Pelabai.

c)      Petulai III dipimpin oleh Rio Jenggan, berkuasa penuh dan berkedudukan Suka Negeri Tapus.

d)     Petulai IV dipimpin oleh Rioa Sabu, berkuasa penuh dan berkedudukan di Kuto Rukam Tes.

Setelah keempat petulai ini ditetapkan sebagai pemimpin, maka mereka mendapatkan gelar atau sebutai Ajai, yang berarti orang yang dihormati atau orang yang dimuliakan.

3. Daerah yang Banyak Berpenduduk Rejang

Pada mulanya suku rejang ini berasal dari satu keturunan, namun setelah sekian lama, setelah mereka merejang ke daerah lain dan bergaul dengan suku lainya, maka banyak terdapat baik dalam bahasa/dialek/logat mengalami perubahan, namun pada umumnya artinya sama. Kita contohkan sebagai berikut;

  • Dau = Deu = Dew
  • Lalau = Lalew = Laleu
  • Moi = Mai
  • Telau = Teleu =Telew

Adapun daerah-daerah yang banyak berpenduduk suku Rejang adalah:

  • Yang mendiami daerah Lebong dan sekitarnya disebut dengan Jang Lebong.
  • Yang mendiami daerah Air Musi (Musai) dan sekitanya disebut Jang Musai.
  • Yang mendiami daerah Padang Ulak Tanding, Selangit, Batu Gene dan sekitarnya disebut Jang Lembak Sindang (Menyindang).
  • Yang Mendiami daerah Taba Penanjung dan sekitarnya disebut Jang Tengeak.
  • Yang Mendiami daerah Lais, Ketahun dan sekitarnya disebut Jang Pesisia

4. Bukti Keberadaan Suku Rejang

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa suku Rejang ini bukan merupakan suku yang tidak mempunyai asal usulnya, karena keberadaan suku Rejang dapat dibuktikan dengan adanya bahasa dan tulisan tersendiri, bahasa Suku Rejang disebut Bahasa Jang, sedang tulisan Suku Rejang disebut dengan Ka. Ga, Nga, dan seterusnya. Suku Rejang juga memiliki adat tersendiri pula.

Dasar tulisan suku Rejang ini, dipergunakan oleh suku daerah lain, yang antara lain dipergunakan oleh Suku Komering, Lampung, dan Pasemah, namun cara penulisan Huruf-hurufnya ada sedikit perubahan yang disesuaikan dengan dialek/bahasa/logat daerah masing-masing.

5. Adat Istiadat

Adat istiadat disetiap daerah suku rejang memiliki adat istiadat masing-masing yang disesuaikan dengan cara hidup masyarakatnya, iklimdaerah, dan adat istiadat antar masing-masing daerah ini tidak menyimpang jauh dari adat istiadat yang telah diciptakan oleh nenek moyang mereka dahulu. Adat istiadat mereka ini tetap bersendikan kepata Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Selain dari pada adat yang sebenarnya adat ini dapat diubah, ditambah atau dikurangi yang dan yang disebut Adat Lembaga yang diciptakan di setiap daerah.

Adapun jenis adat istiadat/Adat yang diadatkan adalah sebagai berikut:

1. Adat Bujang Gadis

2. Adat dalam Perkawinan

3. Adat Mengebeu

5. Adat Sepejabet

6. Adat Pecuak Kulak

7. Adat Pecuak Ko’on

8. Adat Semendo Rajo-rajo

  • Semendo Teguak
  • Semendo Beuk Munggua
  • Semendo Langeu Ijo
  • beleket

9. Adat Pelayan

10. Adat Mas Kutai

11. Adat Pelakeak Papen

12.  Adat Kejai

13.  Jenis adat-adat lainya yang terdapat dalam adat kelembagaan (Afdeeling/Onderafdeeling-Bundel Adatrecht No. 11 tahun 1911)

6. Batas-Batas Daerah Suku Rejang

Dimasa berdirinya Jang Pat Petulai Renah Pelawi, ditetapkan batas daerah yang merupakan Batas wilayah kekuasan masing-masing daerah yang dipimpin oleh masing-masing ajai dengan batas sebagai berikut:

  • Jang Pat Petulai renah Pelawi Lebong, menguasai batas arah ke Timur sampai Ulu Musi.
  • Jang Tiga Banggo Ulu Musai, Menguasai batas arah selatan (Sindang Merdiko).
  • Jang Sebelas banggo Renah Pesisia, Menguasai batas arah ke Barat.
  • Jang Tujuh Banggo Renah Ketahun, menguasai batas arah Ke Utara.

7. Jang Tiang Pat Lemo Ngen Rajo

Setelah beberapa lama berdirinya Jang Pat Petulai Renah Pelawi Lebong, dimana jumlah penduduk semakin berkembang, dengan segala macam masalah yang timbul dalam masyarakat guna menengahi permasalahan-permasalahan ini, maka para pemimpin petulai-petulai bersepakat untuk mengangkat seorang pucuk pimpinan sebagai Rajo di Renah Pelawi untuk tempat berembuk meminta petuah dan sebagai pemersatu Pat Petulai.

Setelah timbul kesepakatan antara ke empat Ajai Jang Pat Petulai bersama dengan para cerdik pandai dan orang-orang terkemuka, maka diputuskan bahwa yang dapat menjadi Raja di Jang Pat Petulai ini haruslah seseorang yang berasal dari anak asal yang mempunyai kemampuan dan paham dalam pemerintahan. Dalam kesepakatan ini maka diangkatlah Sultan Saktai gelar Rajo Jongor-Rajo Megat-Rajo Mudo keturunan dari kerajaan Pagaruyung Minangkabau.

Setelah diangkat Sultan Saktai gelar Rajo Jongor-Rajo Megat-Rajo Mudo, sebagai raja atau pucuk pimpinan Jang Pat Petulai, maka ditetapkanlah nama Kerajaan ini menjadi Jang tiang Pat Lemo Ngen Rajo, dengan susunan sebagai berikut:

  • Sultan Saktai gelar Rajo Jongor-Rajo Megat-Rajo Mudo, duduk sebagai Rajo Jang tiang Pat Lemo Ngen Rajo dan berkedudukan di Pelabai dan kemudian pindah di Bendar Agung Renah Pelawi Lebong.
  • Ajai Begelang Mato, pemimpin Petulai I sebai Tiang I berkedudukan sebagai Staf kerajaan di Bendar Agung mendampingi Rajo.
  • Ajai Bitang, pemimpin Petulai II sebagai tiang II berkedudukan di Atas Tebing.
  • Ajai rio Jenggan, pemimpin Petulai III sebagai Tiang III berkedudukan di Suka Negeri Tapus.
  • Ajai Rio Sabu, pemimpin Petulai IV sebaga Tiang IV berkedudukan di Kuto Rukam Tes.

(Sumber :Buku Tembo Keluarga, disusun oleh Zainul Arifin Raja Chalifah. Putra ke 9 dari 11 besaudara dari Rakidan gelar Raja Chalifah dan Waliana. Koleksi Pribadi)

 

Tentang frisztado

manusia yang menikmati hidup
Pos ini dipublikasikan di Tembo Sejarah Keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s